Pernahku bermimpi tentangnya
Tentang senyumnya yang indah
Dan matanya yang seakan dapat berbicara
Hari berlalu, namun kenapa rasa ini tidak?
Di kenyataan kulihat dirinya seakan runtuh tubuh ini
Jangankan melemparkan senyuman
Untuk menatapnya saja aku tak kuasa
Ini kah cinta?
Atau hanya sekedar rasa kekaguman saja terhadap dirinya?
Terbersit untuk memilikinya
Namun mereka terlihat sudah bahagia
Dua sejoli yang saling mengisi satu sama lain.
Sepertinya ini hanya akan menjadi titik akhir
Menyaksikan dirinya bahagia
Penuh dengan senyuman
Dengan pancaran sinar matanya seakan tiada habisnya
Biarlah aku melanjutkan langkahku
Dan dirinya bahagia seperti saat ini
Lebih baik seperti ini mungkin
Kami bukanlah dua insan yang ditakdirkan menjadi satu
Yang tertulis pada buku sang peri cinta.